BLACK SWAN REVIEW By : Stephanie Cindy - Fakultas Psikologi

         Film Black Swan yang disutradarai oleh Darren Aronofsky ini dirilis 25 Februari 2011 lalu. Film yang dibintangi oleh Natalie Portman sebagai pemeran utamanya ini sudah memenangkan Academy Award, Golden Globe Award, dan BAFTA Award for Best Actress. Keterampilannya dalam berakting ini membuat film ini mendapatkan rating yang lumayan bagus ( 8/10 IMDb ). Genre misteri/drama ini membuat para penonton dapat merasakan ketegangan yang ada dan penonton disini harus berpikir keras untuk mengetahui alur ceritanya, karena film ini dibuat bukan untuk hiburan semata.
            Nina yang diperankan oleh Natalie Portman diceritakan adalah seorang balerina profesional. Saat itu, Thomas, pelatihnya sedang mencari bintang baru karena bintang lamanya akan pensiun. Pertunjukan Swan Lake yang akan mereka tampilkan dan di pertunjukan itulah bintang baru dikenalkan. Swan Lake yang akan di pentaskan ini berbeda dengan cerita Swan Lake pada umumnya, disini White Swan dan Black Swan akan diperankan dengan orang yang sama.
            Nina seorang yang obses terhadap kesempurnaan dan memiliki ambisius untuk menjadi Swan Queen ini berupaya sebisa mungkin untuk lolos audisi, sampai-sampai ia berhalusinasi dan melukai dirinya sendiri dengan menggaruk punggungnya sampai berdarah. Walaupun ia berhasil menjadi Swan Queen, untuk menjadi Black Swan diperlukan sosok yang bebas dan gelap, sedangkan Nina seorang yang lugu dan polos hanya cocok untuk menjadi White Swan. Karena ia sangat ingin menampilkan kesempurnaan, ia tertekan dan sampai kehilangan kendali, berhalusinasi, dan melukai dirinya sendiri.
            Adanya tekanan yang diberikan oleh pelatihnya dengan menyuruhnya untuk berciuman, mamanya yang menganggap dia seperti anak kecil, padahal umurnya sudah 28 tahun, dan dirinya sendiri yang terobsesi pada kesempurnaan, ia sampai melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan, tetapi tidak menyadari perbuatannya itu sungguan atau tidak.
            Sisi lembut, polos, dan patuh pada mamanya lama-kelamaan menjadi sisi jahat dan tidak peduli pada orang lain, karena untuk mendapatkan karakter Black Swan, ia rela melakukan apapun demi mempertahankan perannya dan menampilkan dengan sempurna. Ia bahkan berpikir negatif terhadap temannya sendiri yaitu Lily dan  berani melukai mamanya. Perbedaan sosok Nina yang biasa dikenal dengan Nina yang baru ini membuat panik semua orang, ia layaknya mempunyai kepribadian lain yang sangat berbeda dengan ia yang biasanya.
            Diceritakan disini seorang Nina memiliki kepribadian lain, ia juga tidak sadar dimana kepribadian itu muncul dan apa yang ia lakukan. Ia juga terlihat perfeksionis dimana saat menyusun make up disini sangatlah rapi, ia juga tidak sadar pernah mencuri alat make up itu tanpa merasa bersalah, walaupun akhirnya alat – alat tersebut dikembalikan kepemiliknya. Ia juga berhalusinasi tentang hal-hal yang tidak terjadi seperti jarinya mengeluarkan darah sendiri, bayangannya yang dapat bergerak sendiri, dan melihat dirinya sendiri dengan pribadi yang lain.

            Menurut saya, film ini jika baru pertama kali diliat sedikit membingungkan, karena kita tidak tahu mana yang sesungguhnya atau khayalannya. Film ini membuat gagal paham maksudnya apa, tetapi saat sudah melihat sinopsisnya, dan melihat film ini lagi, barulah paham maksud yang disampaikan film ini. Walaupun alurnya sedikit membingungkan, akting dari para artis ini sangatlah bagus dan totalitas, saat melihat film ini sangatlah terasa nyata, apalagi dengan backsoundnya yang mendukung suasana untuk lebih mendukung film ini.

Posting Komentar

0 Komentar